Sewa Apartemen Jual Apartemen
Situs Anjing Dijual True Iconic Indonesia
Sign Up! Advance Search

logo Anjing Ras
RX Profesional Grooming
Smile Pets Delivery
Treasure Nebula Kennel
Salon Anjing Panggilan
AnjingRas.com arrow Artikel Anjing arrow Jangan Sepelekan Alergi Makanan Pada Anjing
Jangan Sepelekan Alergi Makanan Pada Anjing PDF Print E-mail

Alergi makanan menyumbang sekitar 10% dari semua kasus alergi pada anjing, dan merupakan penyebab alergi paling umum ketiga setelah gigitan kutu dan alergen yang masuk melalui pernapasan (alergi inhalan).

Memang belum sepenuhnya dipahami bagaimana anjing dapat menjadi peka terhadap suatu zat makanan, dan bagaimana respon antibodi yang terjadi di saluran usus anjing yang mengalami alergi makanan. Namun, gejala, cara mendiagnosis dan cara menangani alergi makanan pada anjing sudah diketahui.

Alergi makanan dapat mempengaruhi anjing maupun kucing. Tidak seperti alergi inhalan, tidak terlihat hubungan antara ras tertentu dengan risiko alergi makanan. Alergi makanan bisa terjadi pada hewan jantan maupun betina, pada hewan yang sudah dikebiri maupun yang belum. Gejalanya dapat muncul sejak usia lima bulan hingga 12 tahun, meskipun sebagian besar kasus terlihat pada hewan yang berusia antara 2-6 tahun.

Yang perlu Anda ketahui adalah, alergi makanan berbeda dengan intoleransi. Alergi makanan menunjukkan gejala-gejala khas, seperti gatal-gatal dan masalah kulit lain yang berhubungan dengan alergi pada anjing maupun kucing. Sementara itu, intoleransi makanan dapat mengakibatkan diare atau muntah, namun tidak menghasilkan gejala khas alergi. Gejala intoleransi makanan pada hewan lebih mirip dengan gejala orang yang menderita diare atau sakit perut karena memakan makanan yang pedas. Kabar baiknya, baik alergi maupun intoleransi makanan dapat diatasi dengan pola diet yang bebas dari zat-zat pemicu reaksi.

Lantas, zat-zat makanan apa saja yang dapat menyebabkan alergi pada hewan? Pada dasarnya, ada banyak sekali zat makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada hewan. Namun, berdasarkan sejumlah studi, beberapa zat makanan yang lebih sering menyebabkan reaksi alergi pada anjing adalah daging sapi, produk susu, ayam, domba, ikan, telur ayam, jagung, gandum, dan kedelai.

Mungkin Anda menyadari bahwa, sejumlah bahan makanan di atas adalah bahan-bahan makanan yang sering dijadikan makanan anjing. Korelasi ini bukan suatu kebetulan. Di samping kenyataan bahwa beberapa sumber protein memiliki zat pemicu reaksi yang lebih banyak daripada yang lain, namun pada dasarnya sebagian besar sumber protein mengandung zat yang serupa, dan timbulnya reaksi lebih disebabkan oleh jumlah paparan.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana mengenali gejalanya? Gejala alergi makanan pada dasarnya hampir sama dengan gejala alergi lainnya pada anjing maupun kucing. Gejala utamanya adalah timbulnya gatal-gatal pada kulit terutama di sekitar wajah, kaki, telinga, ketiak dan daerah sekitar anus. Gejala lainnya adalah infeksi telinga kronis atau berulang, kerontokan rambut, kebiasaan menggaruk berlebihan dan infeksi kulit yang bisa disembuhkan dengan antibiotik, namun akan muncul kembali setelah pemakaian antibiotik dihentikan.

Ada pula bukti bahwa anjing dengan alergi makanan mengalami peningkatan pergerakan usus. Satu studi menunjukkan bahwa anjing yang normal (tidak mengalami reaksi alergi) buang air besar sekitar 1-2 kali per hari, sementara sebagian anjing dengan alergi makanan bisa buang air sebanyak 3 kali atau lebih per hari.

Memang agak sulit untuk membedakan hewan yang mengalami reaksi alergi makanan dengan hewan yang mengalami reaksi alergi inhalan jika hanya berdasarkan tanda-tanda fisik saja. Namun, ada beberapa tanda-tanda khas yang meningkatkan kecurigaan akan alergi makanan. Salah satunya adalah, anjing dengan masalah telinga berulang, terutama infeksi jamur. Faktor lainnya adalah, anjing yang sangat muda dengan masalah kulit sedang atau berat. Perhatikan juga, apakah anjing mengalami reaksi alergi sepanjang tahun atau gejalanya hanya muncul pada awal musim dingin saja. Petunjuk terakhir adalah, anjing yang memiliki kulit yang sangat gatal, tapi tidak merespon pengobatan steroid.

Diagnosa

Proses diagnosis untuk alergi makanan sangat mudah. Namun, mengingat banyaknya masalah lain yang dapat menyebabkan gejala yang hampir serupa, maka sangat penting untuk memastikan bahwa semua kemungkinan penyakit lain telah diidentifikasi dan diobati sebelum menjalani diagnosis untuk alergi makanan. Alergi inhalan, alergi gigitan kutu, hipersensitivitas parasit usus, kudis, dan infeksi bakteri atau jamur adalah kandidat utama yang gejalanya hampir sama seperti alergi makanan.

Uji coba makanan dilakukan dengan memberi makan hewan dengan sumber makanan baru yang mengandung protein dan karbohidrat paling sedikit selama 12 minggu. Sebelumnya, banyak dokter hewan yang merekomendasikan pola diet khusus dijalankan selama 3 minggu, tetapi studi baru menunjukkan bahwa pada anjing, hanya 26% yang merespon dalam waktu kurang dari 21 hari. Sementara itu, sebagian besar hewan akan menunjukkan reaksi selang 12 minggu. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga hewan peliharaan tetap pada pola diet baru selama 12 minggu secara keseluruhan.

Pastikan bahan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat tersebut tidak pernah dimakan hewan Anda sebelumnya, misalnya daging kelinci dan beras, atau daging rusa dan kentang. Ada banyak bahan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat yang tersedia di pasar.

Selain itu, ada pula diet khusus dengan menggunakan protein dan karbohidrat yang dipecah menjadi ukuran molekul-molekul kecil, sehingga tidak lagi memicu reaksi alergi. Pola diet ini disebut 'antigen terbatas' atau diet 'protein terhidrolisis'.

Terlepas dari pola diet mana yang digunakan, pola diet tersebut harus dilakukan secara ketat, dan bahan-bahan makanan tersebut harus menjadi satu-satunya makanan yang dimakan hewan peliharaan Anda selama 12 minggu. Ini berarti tidak ada camilan, tidak ada obat dengan rasa khusus, tulang-tulangan atau apa pun juga, selain makanan khusus tadi dan air. Selain itu, anjing juga tidak boleh dibiarkan berkeliaran, guna membatasi aksesnya terhadap makanan tambahan atau keranjang sampah.

Setelah gejala berkurang, maka coba berikan kembali makanan seperti sedia kala. Ini disebut 'tes provokatif', dan sangat penting untuk mengkonfirmasi diagnosis. Jika gejala kembali terlihat, maka diagnosis alergi makanan dikonfirmasi. Namun, jika tidak ada perubahan gejala, tetapi alergi makanan masih menjadi faktor risiko utama, maka percobaan lain dengan menggunakan sumber makanan yang berbeda dapat dijalankan.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah tidak ada cara lain yang lebih pasti dalam menunjukkan kemungkinan reaksi makanan, seperti tes darah? Jawabannya, sayang sekali, tidak ada. Tidak ada bukti bahwa tes darah akurat untuk mendiagnosis alergi makanan. Dokter hewan pun bersikeras bahwa tes darah tidak memiliki manfaat apapun untuk mendiagnosis alergi makanan pada hewan, dan satu-satunya cara untuk mendiagnosis alergi makanan pada hewan secara akurat adalah dengan percobaan makanan seperti di atas.

Lalu, setelah diagnosis ditegakkan, bagaimana kita bisa mengatasi reaksi alergi makanan pada hewan peliharaan? Pengobatan untuk alergi makanan cukup mudah, yakni dengan menghindari zat pemicu reaksi alergi. Setelah bahan makanan penyebab reaksi teridentifikasi melalui uji coba makanan, maka hilangkan saja dari pola diet sehari-hari.

Bantuan jangka pendek bisa diperoleh dengan asam lemak, antihistamin, dan steroid, namun penghilangan bahan makanan dari pola diet adalah satu-satunya solusi jangka panjang.

Anda, sebagai pemilik hewan peliharaan, kemudian memiliki dua pilihan. Anda dapat memilih untuk memberi makan hewan Anda dengan bahan makanan khusus yang dijual bebas, atau Anda bisa mempersiapkan bahan-bahan makanan sendiri.

Jika Anda memilih untuk memberi makan hewan Anda dengan makanan olahan buatan sendiri, maka Anda secara berkala dapat ‘menantang’ hewan peliharaan Anda dengan bahan-bahan makanan baru, dan mengetahui lebih lanjut bahan-bahan makanan apa saja yang menyebabkan reaksi alergi. Sebagai contoh, jika gejala reaksi alergi makanan mereda saat diberi makan daging kelinci dan kentang, maka Anda dapat mencoba menambahkan daging sapi ke dalam pola makan selama dua minggu. Jika hewan Anda tetap tidak menunjukkan reaksi, maka Anda bisa mencoba menambahkan ayam selama dua minggu. Jika hewan mulai menunjukkan reaksi, maka bisa diasumsikan bahwa ayam adalah salah satu bahan makanan pemicu reaksi alergi pada hewan peliharaan Anda, dan seterusnya.

Sementara itu, jika Anda memilih menggunakan bahan makanan yang dijual di pasaran, pastikan bahan-bahan makanannya seimbang, dengan jumlah yang benar, dan dengan vitamin serta mineral yang cukup.

Perlu diketahui bahwa beberapa hewan peliharaan dengan alergi makanan dapat mengembangkan alergi terhadap makanan baru jika mereka diberi makanan tersebut cukup lama. Jadi, jika Anda melihat tanda-tanda alergi makanan kembali, berkonsultasilah dengan dokter hewan Anda.

Ditulis oleh Hans Krishandi untuk www.AnjingRas.com


 
 
 Popular
Anjing Shih Tzu

Anjing Golden Retriever

Anjing Siberian Husky

Anjing Pug

Anjing Beagle

Anjing Rottweiler

Anjing German Shepherd (Herder)

Anjing Labrador Retriever

Anjing Chihuahua

Hayoo.... ke sini kalo berani!!!

Anjing Chow Chow

Anjing American Eskimo

Anjing American Bulldog

Anjing Boxer

Peternak/Breeder Anjing Pit Bull di Jakarta Indonesia - Tornado Kennel

Attention Dog Lovers: Jangan Sampai Anjing Anda Memakan Makanan Ini!

Anjing Golden Retriever - Rocky

Anjing Affenpinscher

Anjing Toy Fox Terrier

  Latest Forum Postings  
  obat atau vit apa aja yg di butuhin doggy y???  
  Dog Food buat Pom umur 4 bulan  
  Berapa Dosis pemakaian Obat Cacing Drontal Plus buat Anjing?  
  Kok Puppyku suka ngompol??  
  Puppy ku Semua nya makan TANAH?  
  Siberian husky kapan mau kawin?  
  Pilihan antara Rottweiler/ German Shepherd/ Doberman/ APBT  
  Tolong saran dari kaka2 yg lebih senior tentang pertama kali vaksin dan tattoo  
  PLEASE HELP - anjingku tidak bisa berdiri  
  [Tanya] Jenis Anjing Saya  
God Bless Bully Kennel
Tornado Kennel - APBT Specialist
Promosi di AnjingRas.com
anjing ras
 Latest Comment
WTB Pug Jantan Fawn - Jakarta
WTB anakan pug bloodline ina champion? 2 jt-an. Call: 087781559209 (Serious buyer only)
Dihibahkan Anjing Chihuaha
Mau dongggg mau buat temen anjing cihuahuaku ! Ini umur brp ? Sexnya ? Saya daerah jaktim
Jual Cepat Chinese Shar-Pei Betina
Asli ga ne? Kok ky campuran ya? Sy mau cr sharpey asli untuk di jodohin ke sharpey sy.
Pasang Iklan Anjing
semi-hibah anjing Golden (ganti biaya perawatan saja) - jantan 1,5 thn - sehat - terawat - vaksin Jika berminat, bisa menghubungi nomor : 0813-1130-5615 (serius only) *tidak membalas email Lokasi : Cengkareng, Jakbar
Semi Hibah Anjing Mix Kancil
dear Mr. / Mrs. Susy saya minat dengan Pepy, kebetulan saya d bekasi jg. no telp saya 0896 628 00 181 ( bsa whatsapp )
Hibah Anjing Mix Lokal (Size Kecil)
ADOPTED! \\^^/
Anjing Golden Jantan Mencari Jodoh - Jakarta Utara
saya punya betinanya gan...calll me 085776042236...posisi kranggan lgnsung ke tempat ane aje
Anjing Golden Jantan Mencari Jodoh - Jakarta Utara
ada nich gan kalo mau call gw...085776042236 ane punya betinanya....klo mao lgsung ke lokasi saya.kranggan pondok gede
Jual Anjing Red Toy Poodle - Betina Usia 2 Bulan -...
Hrg burp anjing red toy poodleny..
Dijual 2 Ekor Anakan Chihuahua Betina DOB Juni 201...
Saya lagi cari betina White, tolong accept PIN saya 2aea8e7b