Kepekaan Anjing Terhadap Manusia

(via dogvacay.com)

Menurut studi terbaru, anjing mampu menilai pihak ketiga, teman baik atau jahat majikannya. Pemilik anjing sering mengatakan bahwa anjingnya adalah hewan yang setia dan gampang bergaul.

Bulan lalu, melalui sebuah tes, para ilmuwan membuktikan bahwa anjing peliharaan menghindari orang-orang yang terlihat tidak membantu majikannnya

Percobaan dirancang untuk melihat apakah anjing dapat menilai manusia yang berinteraksi dengan yang lainnya terkait sebuah benda.

Hasilnya menunjukkan sebagian besar anjing menghindari mengambil makanan dari orang yang terlihat bertingkah laku negatif, dalam kasus ini tidak memperhatikan majikan atau pemiliknya.

Selama tes, anjing memperhatikan pemiliknya berusaha membuka pembungkus kotak tembus pandang yang tertutup, dan kemudian menengok ke seorang aktor di sampingnya untuk meminta tolong.

Pada skenario pertama aktor “tidak membantu” dan mengalihkan perhatian dari majikan anjing.

Pada percobaan kedua, “penolong” memegang kotak ketika dimintai bantuannya, sementara majikan anjing membuka penutup kotak dan mengambil barang di dalamnya.

Peran orang netral

Di uji coba “yang terkontrol”, aktor mengalihkan perhatian tetapi tidak dimintai pertolongan dari majikan anjing.

Pada setiap skenario, orang netral duduk di sisi lain dari pemilik anjing, dan tidak ikut berinteraksi.

Tidak lama kemudian, aktor dan orang netral memberikan makanan kepada anjing. Anjing cenderung menolak aktor “yang tidak membantu”, yang bertingkah laku buruk terhadap majikannya, dan lebih sering mengambil makanan dari “penolong”, aktor “pengontrol” atau orang netral.

Lima puluh empat anjing – dari berbagai jenis – dan pemiliknya ikut serta dalam penelitian, yang diterbitkan pada jurnal Animal Behaviour bulan Juni tahun ini.

Aksi anjing yang menghindar dari seseorang yang bertingkah laku negatif kepada pemiliknya mengisyaratkan bahwa binatang itu kemungkinan memahami interaksi kelompok ketiga, yang berarti anjing “menguping secara sosial”.

Sejumlah binatang nonprimata diduga suka memperhatikan secara diam-diam. Contoh lain gejala ini adalah ikan pembersih bergaris biru: ikan cenderung tetap berdekatan dengan pembersih “yang bersahabat” dibanding “penipu” yang mereka lihat hanya mengambil lendir bukannya parasit dari binatang yang ditumpanginya.

Manusia adalah penguping sosial paling produktif. Kita sering saling membantu tanpa keuntungan yang jelas. Ini membantu kita bertindak sebagaimana disebut oleh tim peneliti sebagai “masyakarat saling membantu dalam skala besar”.

Peka

Di antara manusia, kepekaaan terhadap interaksi dimulai sejak usia dini. Bayi umur enam bulan dapat mengevaluasi yang lainnya berdasarkan tingkah laku sosialnya. Demikian diisyaratkan sebuah kajian yang memperlihatkan kecenderungan menyukai orang “yang suka membantu” dibandingkan “penjahat”.

Anjing diketahui sangat peka terhadap tindakan manusia yang diarahkan kepadanya, tetapi muncul perdebatan tentang apakah binatang itu mampu mengkaji interaksi pihak ketiga.

Kajian baru ini menambahkan bukti bahwa anjing memang melakukan hal ini.

Para ilmuwan menegaskan kenyataan bahwa pemilik anjing terlibat dalam interaksi dapat mempengaruhi hasilnya. “Ikatan antara anjing dan pemiliknya dapat menjadi kuat, dan anjing kemungkinan menjadi sangat peka terhadap bagaimana majikannya diperlakukan orang lain.”

Jadi jika kita mempunyai anjing, kita bisa meyakini bahwa jika seseorang jahat terhadap kita, paling tidak ada satu “teman” yang akan membela kita.


Reference:

http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/07/kepekaan-anjing-terhadap-manusia/1

Leave a Comment